FGD “Transforming Libraries, Empowering Librarians” Bahas Tantangan dan Kesejahteraan Pustakawan di Era AI

Surabaya, 28 Januari 2026 — Perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) membawa dampak signifikan terhadap transformasi perpustakaan dan peran pustakawan. Menyikapi dinamika tersebut, diselenggarakan Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Transforming Libraries, Empowering Librarians: Navigating Change & Well-Being in the AI Era” yang membahas tantangan profesional, adaptasi teknologi, serta kesejahteraan pustakawan di era digital.

Diskusi mengidentifikasi sejumlah sumber stres yang umum dialami pustakawan, di antaranya beban kerja ganda tanpa kejelasan prioritas, kurangnya dukungan dari organisasi, serta kecemasan terhadap perkembangan AI akibat tuntutan penguasaan teknologi yang cepat sementara kesiapan kompetensi masih terbatas.

Dalam FGD tersebut disampaikan bahwa pemanfaatan AI dalam pekerjaan perpustakaan perlu diposisikan sebagai alat bantu yang mendukung alur berpikir, bukan sebagai pengganti peran intelektual manusia. Penggunaan AI justru mendorong pustakawan untuk berpikir lebih kritis, khususnya dalam menyusun instruksi yang tepat serta melakukan evaluasi terhadap hasil yang dihasilkan teknologi.

Selain itu, diskusi juga menekankan pentingnya kesadaran diri (self-awareness) dalam mengelola tekanan kerja. Stres dipandang sebagai bagian dari dinamika profesi yang tidak selalu berdampak negatif. Dalam kadar tertentu, stres dapat menjadi pemicu munculnya kreativitas, inovasi, serta upaya pencarian solusi terhadap permasalahan yang dihadapi pustakawan.

FGD juga membahas tantangan ketergantungan terhadap teknologi. Pustakawan diharapkan mampu memahami batasan AI, khususnya dalam konteks pendidikan dan penelitian, serta memiliki literasi etika digital agar tetap menjaga kemampuan berpikir kritis, profesionalisme, dan tanggung jawab etis dalam menjalankan tugas.

Kegiatan ini ditutup dengan refleksi bahwa pustakawan perlu terus meningkatkan kesadaran terhadap perkembangan teknologi tanpa kehilangan identitas profesi. Perjuangan untuk memperkuat peran perpustakaan harus diiringi dengan sikap mandiri, adaptif, dan beretika dalam menghadapi perubahan di era AI.

Melalui FGD ini, diharapkan pustakawan semakin siap menghadapi transformasi digital, mampu menjaga kesejahteraan diri, serta berkontribusi aktif dalam pengembangan perpustakaan yang relevan, berkelanjutan, dan berorientasi pada nilai-nilai profesional.

Berikut Kami lampirkan notulensi dari kegiatan diatas : Unduh notulensi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.