Di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital dan kecerdasan artifisial (AI), dunia pendidikan tinggi menghadapi tantangan dan peluang baru dalam mendefinisikan ulang ruang dan metode pembelajaran. Konsep Metaversitas gabungan antara metaverse dan universitas—muncul sebagai gagasan futuristik yang menawarkan ruang belajar virtual yang imersif, kolaboratif, dan transdisipliner. Metaversitas tidak sekadar replika kampus fisik dalam dunia digital, tetapi juga membuka kemungkinan untuk menciptakan ruang-ruang alternatif yang mendobrak batas-batas konvensional pendidikan.
Dalam konteks ini, gagasan heterotopia yang diperkenalkan oleh Michel Foucault menjadi relevan. Heterotopia merujuk pada ruang-ruang yang nyata namun bersifat “lain”, tempat berlangsungnya praktik sosial yang berbeda dari norma dominan. Metaversitas sebagai heterotopia memungkinkan terciptanya ruang pembelajaran yang inklusif, eksperimental, dan berdampak sosial—di mana mahasiswa, dosen, dan masyarakat dapat berinteraksi lintas batas geografis, budaya, dan disiplin ilmu.
Read More