FGD “Transforming Libraries, Empowering Librarians” Bahas Tantangan dan Kesejahteraan Pustakawan di Era AI

Surabaya, 28 Januari 2026 — Perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) membawa dampak signifikan terhadap transformasi perpustakaan dan peran pustakawan. Menyikapi dinamika tersebut, diselenggarakan Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Transforming Libraries, Empowering Librarians: Navigating Change & Well-Being in the AI Era” yang membahas tantangan profesional, adaptasi teknologi, serta kesejahteraan pustakawan di era digital.

Diskusi mengidentifikasi sejumlah sumber stres yang umum dialami pustakawan, di antaranya beban kerja ganda tanpa kejelasan prioritas, kurangnya dukungan dari organisasi, serta kecemasan terhadap perkembangan AI akibat tuntutan penguasaan teknologi yang cepat sementara kesiapan kompetensi masih terbatas.

Read More

FPPTI JATIM AWARD : EVALA dan EVALIA 2025

Era transformasi digital semakin berkembang, dan kemajuan teknologi informasi dalam segala bidang termasuk perpustakaan telah merubah pola pikir pustakawan dalam mengelola dan mengembangkan perpustakaan. Pada era ini, pustakawan harus adaptif dan solutif serta melihat peluang agar dapat membuat strategi pengelolaan dan layanan perpustakaan yang sesuai dengan kebutuhan pemustaka. Pustakawan harus mengadopsi inovasi dan kreativitas yang relevan untuk memenuhi kebutuhan pemustaka. Pustakawan harus menyadari bahwa perpustakaan harus beradaptasi dengan perubahan teknologi dan kebutuhan pemustaka, untuk itu pustakawan harus bersifat solutif, berkreativitas dan inovasi tinggi untuk dapat memberikan layanan yang sesuai kebutuhan pemustaka di era transformasi digital. Pustakawan harus memahami bagaimana teknologi dapat digunakan dalam konteks perpustakaan dan mengidentifikasi peluang inovasi yang sesuai dengan kebutuhan pemustaka. Pustakawan harus adaptif dengan perubahan, mengadopsi sikap terbuka terhadap perubahan dan menerima bahwa inovasi diperlukan untuk berkembang dalam era digital, berani untuk mencoba hal-hal baru dan mengatasi tantangan yang mungkin timbul dalam mengembangkan teknologi di perpustakaan.

Read More

DIKLAT MANAJEMEN PERPUSTAKAAN – EXPRESS (Experience Program Education In Surabaya – Singapore)

11 – 25 Oktober 2024 – FPPTI Jawa Timur bekerjasama dengan Perpustakaan Nasional dan Singapore Management University (SMU) library mengadakan Diklat Manajemen Perpustakaan : EXPRESS (Experience Program Education In Surabaya – Singapore). Diklat ini bertujuan untuk mengembangkan dan mengasah keterampilan leadership bagi manajerial maupun SDM perpustakaan agar mampu menghadapi abad 21 yang sangat kompleks dan dinamis. Selain itu diklat ini juga bertujuan memenuhi Peningkatan Kompetensi Berkelanjutan (PKB) bagi Tingkat manajerial perpustakaan perguruan tinggi. Diklat dilaksanakan secara Daring dan Luring yaitu 5 hari di Indonesia yakni dengan pengajar dari PUSDIKLAT Perpustakaan Nasional dan praktisi perpustakaan perguruan tinggi di Indonesia dan dilanjutkan kegiatan training onsite di Singapore selama 4 hari. Kegiatan diklat mendapatkan sertifikat dengan nilai atau setara 54 JP, terdiri dari pemaparan materi, pre test & post test, tugas individu dan kelompok, observasi lapangan, evaluasi kegiatan dan juga sertifikat training dari Singapore Management University Libraries. Selain itu peserta diklat juga terdiri dari Kepala Perpustakaan dan Pustakawan Perguruan Tinggi di berbagai wilayah Indonesia mulai Jawa Timur, DIY, Bali, Batam dan Medan serta diikuti Pustakawan dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur.

Read More

Press Release Penandatanganan Naskah Kesepahaman Bersama (MOU), Seminar dan Library Camp 4.0 dengan Tema “Penguatan Kompetensi Pustakawan Melalui Kolaborasi dan Inovasi di Era Vuca (Volatility, Uncertainty, Complexity, dan Ambiguity)”

Memasuki era digital, dengan kemajuan teknologi seperti hadirnya AI (Artificial Intelligence) atau kecerdasan buatan serta di tengah era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity) yang penuh ketidakpastian dan perubahan yang dapat terjadi sewaktu-waktu, perpustakaan juga mengalami transformasi untuk menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman dan teknologi yang ada saat ini.

Penggunaan teknologi dan data sharing berkembang dengan sangat cepat di dunia perpustakaan, terutama di perpustakaan perguruan tinggi. Salah satu aspek yang mengalami perubahan signifikan dalam transformasi ini adalah peran penting dan citra pustakawan. Dahulu, pustakawan seringkali dikenal sebagai sosok yang konvensional, terlihat serius, pendiam, dan selalu meminta pengunjung untuk tetap tenang selama berada di perpustakaan—dengan kata lain, dianggap sebagai “orang kuno” dan kurang gaul.

Read More