SLiMS Community Meetup 2018

Forum Perpustakaan Perguruan Tinggi Jawa Timur Indonesia bekerjasama dengan Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya dan komunitas SLiMS akan mengadakan SLiMS Community Meetup 2018.

SLiMS Community Meetup kali ini akan mengambil tema “Open Access dan Open Source Sustainability: Tren Perpustakaan di Era Millenial” dan diadakan di Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya.

(more…)

Read More

[Seminar & Workshop] Standardisasi Perpustakaan dalam Menunjang Akreditasi Perguruan Tinggi dan Konsorsium E-Journal, E-Book, dan Plagiarisme

Akreditasi adalah proses jaminan mutu dikendalikan oleh standar, kebijakan dan prosedur (O’Brien, 2010). Proses akreditasi memerlukan asesmen mutu perpustakaan dan penguatan operasi pendidikan melalui pengembangan dan validasi standar. Akreditasi juga merupakan kondisi, di dalamnya bila sebuah lembaga terakreditasi maka hal itu memberikan kepercayaan kepada publik bahwa sebuah perpustakaan beserta koleksi, jasa, sumber daya manusia dan fasilitas lain memenuhi komitmen pada mutu perpustakaan.

Dalam rangka peningkatan kualitas Perpustakaan Perguruan Tinggi yang sesuai dengan standarisasi perpustakaan agar dapat menunjang akreditasi Perguruan Tinggi, FPPTI Jawa Timur bekerjasama dengan Kopertis Wilayah VII Jawa Timur dan Universitas Surabaya mengadakan “Seminar dan Workshop Standardisasi Perpustakaan Dalam Menunjang Akreditasi Perguruan Tinggi dan Konsorsium E-journal, E-Book dan Antiplagiarisme“. Selain itu, dilaksanakan pula penyerahan donasi buku dari Asia Foundation ke FPPTI Jatim. (more…)

Read More

[Seminar] Penguatan Kompetensi Pustakawan dalam Peningkatan Visibilitas Perguruan Tinggi

Perkembangan perpustakaan sebagai pusat informasi dan ilmu pengetahuan tidak dapat dipisahkan dari peran pustakawan serta kompetensinya sebagai pengelola perpustakaan. Keberadaan kinerja pustakawan di dalam suatu perpustakaan memegang peranan yang penting. Tenaga kerja memiliki potensi yang besar untuk menjalankan aktivitas perpustakaan. Potensi setiap sumberdaya manusia yang ada dalam perpustakaan harus dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya, sehingga mampu memberikan hasil yang maksimal.

Kompetensi sendiri bertujuan untuk memelihara semangat kerja dan moral sebagai seorang pustakawan serta menjaga keteraturan dalam bekerja sehingga dapat menghindari kemungkinan terjadinya penyimpangan pada waktu bekerja. Perlu adanya standar kompetensi pustakawan sehingga pustakawan dapat mengikuti aturan-aturan yang berlaku di dalam organisasi yang ada didalam perpustakaan. Kompetensi pustakawan sangatlah penting didalam bekerja dan hal ini dapat dimulai dari institusi yang menaungi sebagai bentuk loyalitas pustakawan kepada lembaga. Pustakawan harus berkompetisi menjadi yang terbaik didalam melayani pengguna perpustakaan, karena berawal dari kompetensi, dan saling berkompetisi untuk menjadi yang terbaik dalam melayani pengguna perpustakaan prestasi kerja akan meningkat sebagai seorang pustakawan.

(more…)

Read More

[Seminar] Challenges of 21st Century Librarians: Listening What the Digital Natives Want from Their Library

Akses informasi yang dapat dilakukan menggunakan teknologi informasi yang sekaligus berfungsi sebagai alat komunikasi memungkinkan informasi diperoleh dan disebarkan dalam genggaman jari. Perubahan tersebut tentu saja membawa perubahan pada ekonomi, sosial dan budaya pada masyarakat, dan tentu saja pada generasi yang dibesarkan dalam masyarakat informasi yang dikenal sebagai generasi digital natives.

Pustakawan dan perpustakaan masa kini diperhadapkan pada pengguna yang berbeda karakteristik, perilaku, gaya belajar, cara berinteraksi dan tentu saja dalam perilakunya mencari informasi dengan generasi sebelumnya. (more…)

Read More