Press Release: SEMINAR, WORKSHOP & MUSWIL FPPTI JAWA TIMUR VI “Metaversitas untuk Kampus Berdampak : Heterotopia sebagai Ruang Pembelajaran Alternatif di Era Kecerdasan Artifisial”

Malang, 28 November 2025 – Forum Perpustakaan Perguruan Tinggi Indonesia Jawa Timur bekerja sama dengan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) sukses menyelenggarakan Seminar, Workshop dan Musyawarah Wilayah (Muswil) VI FPPTI Jawa Timur pada jum’at, 28 November 2025 di Rays UMM Hotel Malang. Kegiatan ini diikuti oleh pustakawan, pemerhati dan pengelola perpustakaan dari berbagai perguruan tinggi di Jawa Timur.

Mengusung tema “Metaversitas untuk Kampus Berdampak : Heterotopia sebagai Ruang Pembelajaran Alternatif di Era Kecerdasan Artifisial”, forum ini menegaskan pentingnya transformasi perpustakaan sebagai ruang belajar alternatif yang fleksibel, digital, dan kritis dalam menghadapi disrupsi kecerdasan artifisial. Kegiatan ini semakin bermakna dengan kehadiran Wakil Menteri DiktiSaintek Republik Indonesia Prof.Dr.Fauzan, M.Pd. yang memberikan keynote speech mengenai peran strategis perpustakaan dalam pembangunan sumber daya manusia dan transformasi digital Pendidikan.

Read More

Seminar, Workshop & Musyawarah Wilayah VI FPPTI JATIM

Di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital dan kecerdasan artifisial (AI), dunia pendidikan tinggi menghadapi tantangan dan peluang baru dalam mendefinisikan ulang ruang dan metode pembelajaran. Konsep Metaversitas gabungan antara metaverse dan universitas—muncul sebagai gagasan futuristik yang menawarkan ruang belajar virtual yang imersif, kolaboratif, dan transdisipliner. Metaversitas tidak sekadar replika kampus fisik dalam dunia digital, tetapi juga membuka kemungkinan untuk menciptakan ruang-ruang alternatif yang mendobrak batas-batas konvensional pendidikan.

Dalam konteks ini, gagasan heterotopia yang diperkenalkan oleh Michel Foucault menjadi relevan. Heterotopia merujuk pada ruang-ruang yang nyata namun bersifat “lain”, tempat berlangsungnya praktik sosial yang berbeda dari norma dominan. Metaversitas sebagai heterotopia memungkinkan terciptanya ruang pembelajaran yang inklusif, eksperimental, dan berdampak sosial—di mana mahasiswa, dosen, dan masyarakat dapat berinteraksi lintas batas geografis, budaya, dan disiplin ilmu.

Read More